Pages

.Hati.Terusik.

 .......
Hati ini tak lagi tenang. Ia terusik dan terus terusik.
tak pernah tidur. hanya menutup mata.
mencoba membuang lelah.
menenangkan fikiran.
namun lagi-lagi terusik.
sekali lagi mencoba.
sekian menit menutup mata.
belum hilang kesadaran.
terusik lagi.
sampai kapan?
ya, sampai kapan hati ini terus teusik ?

Hati-hati dengan hati.
sering kali telinga ini mendengarnya.
tak pernah tergubris oleh hati yang kini terusik.
Hati-hati dengan hati.
namun hati tetap menutup mata.
memilih menjauh dari kata itu.
karena ia sedang terusik.
sampai kapan?
sampai kapan terus terusik
?

lelah.
ingin istirahat barang sejenak.
melupakan hal yang menguras fikiran.
menjauh sebentar dari aktivitas.
lelah dengan keterusikan.

hhhh..
biarkanlah mata terpejam.
biarkan hati tenang.
jangan usik lagi.

namun,
bangunkanlah ia jika sudah waktunya.


LoneLyGiRL
131112


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Diary 22 tahun


                                                                          Pondok Alhasan, 16 November 2011

Ry… tinggal menghitug hari, usiaku di 22 tahun. 11 hari kedepan, usiaku menginjak 23 tahun. Usia yang sudah sungguh matang, dan dewasa. Akupun merasa diriku sudah dewasa, walaupun hanya sebatas ke-GR-anku saja. Masih banyak orang yang menilaiku masih kenak-kanakan. Namun, aku tetap optimis dan yakin, kalu aku sudah dewasa…

Ukuran kedewasaan, akupun tak tahu. Mungkin dari cara orang berfikir, dari cara orang berbicara, cara orang mengatur waktunya, dll. Jika ukurannya dipaut pada cara berfikir, maka dapat aku kategorikan diriku, sebagai insan yang telah dewasa. Aku telah cukp banyak menikmati asam garam kehidupan, suka duka hidup sudah begitu banyak yang kualami, memikirkan masa depan dan memaknai masalah dengan bijak sudah bisa aku lakukan, walaupun hanya sedikit.


Jika tolak ukur kedewasaan dinilai dari cara pembagian waktu, mungkin aku belum termasuk dewasa. Aku masih sangat- dan masih sangat minim dalam urusan itu. Aku lebih banyak santainya dari waktu sibuk. Malahan waktu sibukku aku jadikan sebagai waktu santai. Kadangkala, sehari saja aku tak sibuk sama sekali. Namun , kini aku berniat untuk mempelajari hal itu. Belajar, sedikit demi sedikit. Hingga penilaian dewasa dapat aku raih di usiaku yang ke 23 nanti. Semoga.

Begitu banyak impian dan harapan yang masih terkatung-katung atau bahkan tak teraih sama sekali di tahunku yang ke-22 ini. Target untuk selesai kuliah, dapat khatam menghafal juz 30, pandai mengatur waktu, mengisi diary harian tiap hari, ibadah sunnah dan wajib tak lagi amburadul, membina dan memperhatikan dakwah, serta urusan nikah pun tak sampai kesampaian. Dari hal ini, aku memperoleh banyak pelajaran, bahwa aku memanglah masih kanak-kanakan.

Insya Allah, usia 23 tahun, segalanya telah aku raih. Aamiin Aamiin Aamiin Allahumma Aamiin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS