Pages

Tampilkan postingan dengan label Seriously. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seriously. Tampilkan semua postingan

Keistimewaan Kaum Hawa



1.Do'a wanita lebih makbul dar laki-laki karna sifat penyayangnya yg lebih kuat (lemah lembut). Ketika Rasullullah ditanya tentang itu, maka beliau menjawab,"Ibu lebih penyayang daripada bapak dan do'a orang-orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2.Seorang wanita yang shaleha lebih baik dari 1.000 lelaki yang shaleh.
 *Instruksi; tanya kenapa pake' perbandingan agak nyeleneh kayak gitu? Mikir..."*

3.Sesiapa saja yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya  seumpama orang yang senantiasa menangis karna takut kepada Allah. Dan orang yang takut akan Allah SWT akan diharamkan api neraka atas tubuhnya.

4.Wanita yang tinngal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah saw didalam surga).

5.Barang siapa yang  membawa hadiah (barang makanan dari pasar kerumah untuk diberikan kepada keluarga) maka pahalanya seperti amalan bersedekah. Dan hendaklah lebih mendahulukan anak perempuan dari anak laki-laki.

6.Surga itu dibawah telapak kaki ibu.

7.Barang siapa yang mempunyai 3 anak perempuan atau 3 saudari perempuan atau 2 anak perempuan atau 2 saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendididk mereka dengan penuh rasa taqwa serta sikap tanggung jawab, maka baginya adalah surga.

8.Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu,maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.

9.Dari Aisyah r.a,"Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada  anak-anak  perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.

10.Barang siapa yang taat/khidmat kepada suaminya, tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbukalah baginya pintu-pintu suraga. Dan masuklah dia dari pintu mana saja yang dia kehendaki tanpa dihisab.

11.Semua ikan-ikan dilaut, burung-burung diudara, malaikat dilangit, matahari dan bulan semua beristghfar baginya selama dia taat kepada suaminya, menjaga shalatnya dan puasanya.

12.Aisyah r.a berkata," Aku bertanya kepada Rasullulah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?" Jawab Rasullullah,"Suaminya." Siapa pula yang  berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah,"Ibunya."

13.Perempuan apabila shalat lima waktu, puasa di bulan ramadahan, menjaga kehormatannya, taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.

14.Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka allah SWT memasukkan dia kedalam surga 10.000 tahun terlebih dahulu daripada suaminya.
*Warning; ini agak kurang berkenan dihati maupun fikiran orang yg masih seimbang fikirannya sehingga kesahihannya dipertanyakan, tapi demi menggambarkan urgennya perempuan z rasa tak apalah ditulis-tulis ajjah! He...he...*

15.Tiap perempuan apibila mengandung janin dalam rahimnya,maka  beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan 1.000 kebajikan baginya setiap hari dan menghapuskan 1.000 kejahatannya.

16.Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin,maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seorang perempauan melahirkan, keluarlah dia dari dosa-dosanya seperti keadaan ketika ia dilahirkan oleh ibunya.

18.Apabila telah anak lalu disusui, maka baginya satu kebajikan dari satu tegukan air susunya (Jelas, ntar anaknya mati loh!)
 *Hard warning; Banyak ibu-ibu yg G' mau memberi ASI kepada anak2nya dng alasan supaya... Ahhaaaaa maksud loch?!*

19.Apabila semalaman seorang ibu yang tidak tidur demi memelihara anaknya yang sedang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba sahaya/budak dengan ikhlas untuk membela agama Allah
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kiat Menjadi Guru Profesional


Oleh : Nurfauziah, Mahasiswi Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar

Semua orang bisa menjadi guru, namun tidak semua guru bisa profesional. Kalimat inilah yang sering kita dengar dari mulut para dosen pendidikan di fakultas pendidikan. Namun saat membaca judul essay yang diharuskan diikutkan menjadi lampiran dalam surat lamaran pada sebuah institute, “Kiat menjadi guru profesional dan islami”, saya tergelitik. Ternyata tidak semua guru profesional itu bisa menjadi guru islami. Walaupun kenyataannya guru tersebut adalah seorang yang beragama islam. Menjadi guru adalah sebuah pilihan profesi, terutama mereka yang berlatar belakang fakultas pendidika. Sebab tidak semua lulusan fakultas pendidikan memilih profesi menjadi seorang guru, dan tidak semua orang non pendidikan tidak memilih guru menjadi profesi mereka.

Menjadi profesional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Profesional (dari bahasa Inggris) berarti ahli, pakar, mumpuni dalam bidang yang digeluti. Berarti seorang guru yang profesional adalah guru yang telah mumpuni dalam hal mengajar mengajar. Tidak hanya sekedar mengajar tetapi Memiliki kemampuan intelektual yang memadai, Kemampuan memahami visi dan misi pendidikan, Keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau  metodelogi pembelajaran, Memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan, Kemampuan mengorganisir dan problem solving, Kreatif dan memiliki seni dalam mendidik. Menjadi guru profesional yang islami adalah sebuah tantangan bagi kita yang beragama islam. Apalagi saat ini pemerintah kita telah menggalakkan pendidikan berkarakter, pendidikan yang disentuh dengan nilai-nilai islam. Lalu bagaimanakah kiat menjadi seorang guru profesional yang islami itu?
Adapun kiat menjadi seorang guru profesional yang islami


1.     Milikilah komitmen pada peserta didik serta proses belajarnya, menguasai secara mendalam bahan ajar yang kita akan sampaikan.
2.    Milikilah rasa tanggung jawab memantau kemampuan peserta didik melalui teknik evaluasi serta mampu berfikir sistematis dalam melakukan tugas sebagai pengajar
3.       Terapkan ajaran islam saat mengajar. Islam mengajarkan kita menutup aurat, maka dalam bernampilan sehari-hari di depan para murid kita harus menutup aurat. Islam mengajarkan kita bertutur kata yang baik dan sopan, maka di hadapan para murid kita harus menjaga ucapan kita, tidak kasar dalam mendidik, dan sebagainya;
4.       Mengajarkan materi pelajaran dengan mengaitkannya dengan alam sebagai cipataan Allah dan juga mengaitkannya dengan ilmu-ilmu islam. Sesorang yang berprofesi sebagai guru matematika misalnya, dapat menjelaskan materi teorema pythagoras dengan kewajiban sholat harus menghadap kiblat. Arah kiblat yang belum diketahui dapat ditentukan dengan menggunakan teorema pythagoras.
5.       Ajaklah peserta didik untuk mengajarkan kepada teman yang lain atau keluarga apa yang telah mereka pelajari, dengan memotivasi bahwa orang mempelajari suatu ilmu lalu mengajarkannya akan mendapat derajat yang tinggi


Berniatlah menjadi guru yang islami sebagai salah satu jalan kita dalam berdakwah. Semua orang bisa menjadi guru, dan tidak semua guru bisa profesional, di antara guru yang profesional tidak semua bisa menjadi guru yang islami. Menjadi guru profesional yang islami adalah pilihan! Pilihlah jalan terbaik untuk mendapatkan syurga.

                                                                                                                               
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS