Pages

RENUNGKANLAH


Jangan Meninggalkan Amal

Jangan meninggalkan amal krn takut tdk ikhlas. Beramal sambil meluruskan niat lebih baik daripda tdk beramal sama sekali.

Jangan meninggalkan zikir krn ketidakhadiran hati. Kelalaian kita dari zikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berzikir.

Jangan meninggalkan tilawah karna tak tau maknanya. Ketidaktauan makna dalam tilawah masih lebih baik daripada ketidak mauan membaca firman-Nya.

Jangan meninggalkan dakwah karna kecewa. Kesabaran kita bersama orang2 shalih lebih baik daripada kesenangan kita bersama orang2 yg tidak shalih.

Jangan meninggalkan amanah karna berat. Beratnya amanah yg kita emban insya Allah sebanding dengan beratnya timbangan amal yg akan kita dapatkan.

Jangan meninggalkan medan juang karna terluka. Kematian di medan juang lebih baik daripada hidup dalam keterlenaan.

Jangan meninggalkan kesantunan karna lingkungan kasar. Santun kita saat dikasari hanya akan menambah kemuliaan dan mengundang simpati-Nya.

Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubana 'ala tho'atik.
Yaa muqollibal quluub tsabbit quluubanaa 'alaa diinik.

Ya Allah yg memalingkan hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan pd-Mu.
Wahai yg membolak balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.

~ Renungan Tarbiyah Dzatiyah ~

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Aku dan Duniaku

Aku dan duniaku...
Telah lama berpisah.
Perpisahan yang mengadakan jarak yang panjang antara aku dan dia...duniaku.
Aku tak bisa mengingat dengan sempurna... bagaimana perpisahan itu terjadi.
Aku yang menjauh atau dia yang menjauh.
Sungguh...perpisahan ini telah lama terjadi.

Aku dan duniaku..
Dulu adalah satu kesatuan.
Aku selalu ada untuknya dan dia selalu ada untukku.
Aku di mana dan ke mana... dia selalu menemaniku.
Aku belahan jiwanya dan dia belahan jiwaku.
Arghh....
Akhirnya aku rindu juga padanya.

Aku dan duniaku...
Jika Pagi datang... dia menyambutku.
Walau dia diam namun aku memahaminya.
Dia selalu penasaran akan mimpi-mimpiku.

Siang tiba... dia pun merengek. Dia butuh aku. Namun siangku selalu sibuk. Aku butuh istirahat setelah seharian mengeluarkan tenaga berfikir, bercerita, dan bercanda.
Ia memahami

Sore menjelang... dia diam. Malah aku yang merengek manja padanya. Ada banyak kisah yang ingin kubagi padanya. Kisah suka duka sedih bahagia yang kudapatkan di sekolah.
Namun soreku juga terlalu sibuk. Mama kerepotan di dapur butuh bantuanku.
Aku mengusapnya... dan mengangguk untukku.

Malam tiba...
Aku meliriknya. Ia memandangku.
Bukan saat yang tepat untuk saling bermanja-manja.
Pelajaran sekolah butuh untuk aku ulangi dan butuh disiapkan untuk besok.
Kami terdiam. Saling memahami.

Ngantuk akhirnya menyapa...
Aku dan duniaku.
Aku butuh dia.
Dia butuh aku.
Ngantuk biarlah tertahan.
Kami butuh bersua
Kami butuh bahagia
Karena sebenarnya aku dan dia,
Sungguh tak bisa dipisahkan

Kami menghabiskan separuh malam bersama. Ada tawa cekikan ketika kuceritakan kisah bahagiaku. Ada tangis tertahan saat kuungkapkan kisah sedihku. Suka duka sedih bahagia silih berganti kusedakkan padanya.
Ia diam. Namun kuyakin ia memahamiku.

Aku mencintainya. Pelukan erat kutimpakan padanya habisku bercerita. Cium sayang ku jejakkan padanya pasca kuberkisah. Bertubi-tubi karena kusangat mencitainya.

Aku dan duniaku...
Sungguh kami selalu bersama.
Walau tak saling berbagi.

Aku dan duniaku...
Dulu kami saling mencintai.
Aku sungguh tak tenang tanpanya.
Sungguh dia adalah kebahagiaanku.
Pelampiasan segala impian dan harapanku.

Namun kini..
Aku dan duniaku..
Tertera jurang luas antaraku dan dirinya.
Sangat luas.

Kapan lagi kami bersua...
Kapan lagi.
Aku merinduinya.

---
Aku Fauziah dan Diary sang duniaku. Dipisahkan oleh waktu dan kesempatan. Dipisahkan oleh teman dan media social. Dipisahkan oleh handphone juga laptop. Semenjak aku memasuki jenjang perkuliahan aku jarang lagi menemuinya. Hingga jurang pemisah itu menganga lebar.

Sebelumnya, aku selalu membawanya kesana kemari. Dia satu-satunya buku yang bertahan dari tahun ketahun yang tak pernah alpha terbawa ke sekolah dan ke manapun aku pergi. Jika ada kesempatan, aku menulisnya. Jika waktu sedikit aku hanya bisa membacanya.
Jika kejenuhan menerpaku, dia penyemangatku. Karena tak pernah aku meninggalkannya tanpa tertulis kalimat motivasi. Jika kesedihan melandaku, dia penghiburku. Karena kebahagiaan yang kutuangkan padanya ternyata jauh lebih banyak dari kesedihan. Hingga aku diingatkan untuk selalu bersyukur dan kembali tertawa. Jika kumerindu, dia obatku. Karena kisah yang sampaikan padanya membawaku ke memory lama yang tak lagi mampu terulang.

Aku telah selesai kuliah namun aku belum bisa menemuinya dulu. Sungguh, aku tak ada niat meninggalkannya. Aku akan kembali padanya suatu saat
---

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Giliran saya... Kapan?

Berturut-turut..
Kabar teman-teman akan mau walimah... kabar teman-teman telah dikhitbah, undangan tiba hingga kabar kelahiran buah hati mereka.
Sungguh....
Kabar itu berturut-turut datangnya.

Adalah aku..
Berada diposisi seperti ini sungguhlah tak mengenakkan.
Fikiran tak berhenti bertanya,
"Kapan giliran saya?"

Tiap jam..
Pertanyaan terus berkelebat menghiasi sepanjang hariku hingga hari berganti hari lagi.

Bolehkah aku meminta ya Rabb...
Bantu aku menghilangkan pertanyaan itu.
Agar aku tak harus memikirkannya setiap waktu..

Lihatlah...
Lihatlah Raabbb...
Saksikanlah diriku.

Kerutan bertambah di tiap mili dahiku..
Senyuman makin berat ..
Cahayaku telah meredup..
Wajahku semakin terlihat tua..
Tak terlihat lagi guratan kehidupan dari wajahku..

Jikalau pertanyaanku masih lama Engkau jawab..
Jikalau harapanku masih lama Engkau kabulkan..
Aku mohon segera ijabah doaku ini..
Aku memohon padaMu hilangkan kesedihan ini...buang jauh pertanyaan-pertanyaan yang terus berkelebat difikiranku..
Aku mohon ya Allah..Aku mohon.

Berikanlah aku petunjukMu..berilah aku kekuatan untuk bersabar..dalam menanti keputusanMu yang terindah.

Aamiin Allahumma Aamiin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Berawa dari Cinta

Fauziah


Berawal dari Cinta, sebuah kelemahan menjadi kekuatan.. suatu kekurangan berubah jadi suatu kelebihan,, dari yang tak sempurna menjadi sempurna….
Segalanya dilakukan untuk cinta…
….
“Kepada wartawan, anda mengatakan.. Dulunya ketika Anda masih muda… Maaf ya… Anda sangat jelek dan tidak tahu berbusana.  Sangat berbeda dengan sekarang.  Apa yang membuat anda berubah sejauh ini?”
“Karena aku jatuh cinta pada seseorang”
“Jatuh cinta? Bisa dijelaskan lebih detail?”
“Ya. Dia adalah seniorku di kelas M.4. Dia adalah pemain sepak bola dan sangat tampan. Pada waktu itu, aku… berwajah jelek yang belajar di kelas M.1. Aku berusaha sangat keras. Jika ada yang bisa buat aku cantik, lebih baik, aku akan berusaha lakukan itu. Dan berusaha belajar lebih giat agar dia tertarik padaku.”
“Apakah akhirnya dia tahu?”
“Dia tahu tapi tidak berakhir bahagia. Akupun pergi belajar ke USA . Tinggal di sana bersama ayahku.”
“sedihnya”
“Tapi kalau dipikirkan lagi, Dia adalah inspirasi bagiku. Dia membuatku memakai cinta di jalan yang benar. Dia layaknya kekuatan yang menyokongku untuk menjadi lebih baik. Sampai aku bisa jadi seperti hari ini.”
….

“Khun shone, setelah 9 tahun terpisah dari Khun Nam, Ada yang disampaikan pada Khun Nam?”
“Aku ingin bilang bahwa… kancing ini bukan milikku… ini milik Ding.”
“lalu untuk Khun Nam, ada yang ingin dikatakan?”
“Nam ingin tanya Kak Shone…  Apa kak Shone sudah menikah?”
“Aku sedang …  Aku sedang menunggu seseorang pulang dari USA.”

Itulah cinta….
Menjadikan pekerjaan menunggu menjadi indah. Karena segalanya, akan indah pada waktunya.
Tak dapat ditebak seindah apa bunga saat pertama ditanam. Menunggu memang membosankan, namun tetaplah bersabar menunggu ia tumbuh dan merekah. Ia akan indah saat mekar.  Ia akan mekar pada waktunya. Percayalah!!!.
Allah Maha Tahu, Allah Tahu apa yang kamu inginkan, apa yang kamu harapkan, dan apa yang kamu impikan.
Bersabarlah menunggu, Allah akan menjawabnya!
Dan jawaban Allah pastilah Indah. Seindah diriNya Yang Maha Agung.
Yakinlah…!!!
Skenario Allah akan jauh lebih indah, dari hal-hal indah yang pernah kamu bayangkan.
Ya,  Cinta memang  Indah..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

JODOH lagi




 Kata itu…

Kata yang hampir tiap hari ada di doaku, kata yang hampir saban hari aku dengar dari mulut teman-teman, dari artikel-artikel yang diposting di Beranda FB, atau yang sering menjadi topik utama para muballigh-muballighah.

Kapan?

Hampir tak pernah kata “kapan” menjauh dari kata “jodoh” itu. Selalu bersamaan, selalu berbarengan. Hingga tak ayal, hati jadi gusar karenanya. Gondok dibuatnya.

Allah….

Nama yang selalu ada tiap ada dua kata tersebut. Tak bisa tidak. Ini sudah mutlak, dan tak bisa diubah lagi. Nama ini akan selalu turut menyertainya.

Takdir…. Menunggu….

Juga teman karib dari kata jodoh itu. Akrab bersahabat….

***

Aku meyakini, akan tiba masanya aku berbahagia dengan kata-kata itu…




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Keistimewaan Kaum Hawa



1.Do'a wanita lebih makbul dar laki-laki karna sifat penyayangnya yg lebih kuat (lemah lembut). Ketika Rasullullah ditanya tentang itu, maka beliau menjawab,"Ibu lebih penyayang daripada bapak dan do'a orang-orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2.Seorang wanita yang shaleha lebih baik dari 1.000 lelaki yang shaleh.
 *Instruksi; tanya kenapa pake' perbandingan agak nyeleneh kayak gitu? Mikir..."*

3.Sesiapa saja yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya  seumpama orang yang senantiasa menangis karna takut kepada Allah. Dan orang yang takut akan Allah SWT akan diharamkan api neraka atas tubuhnya.

4.Wanita yang tinngal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah saw didalam surga).

5.Barang siapa yang  membawa hadiah (barang makanan dari pasar kerumah untuk diberikan kepada keluarga) maka pahalanya seperti amalan bersedekah. Dan hendaklah lebih mendahulukan anak perempuan dari anak laki-laki.

6.Surga itu dibawah telapak kaki ibu.

7.Barang siapa yang mempunyai 3 anak perempuan atau 3 saudari perempuan atau 2 anak perempuan atau 2 saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendididk mereka dengan penuh rasa taqwa serta sikap tanggung jawab, maka baginya adalah surga.

8.Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu,maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.

9.Dari Aisyah r.a,"Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada  anak-anak  perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.

10.Barang siapa yang taat/khidmat kepada suaminya, tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbukalah baginya pintu-pintu suraga. Dan masuklah dia dari pintu mana saja yang dia kehendaki tanpa dihisab.

11.Semua ikan-ikan dilaut, burung-burung diudara, malaikat dilangit, matahari dan bulan semua beristghfar baginya selama dia taat kepada suaminya, menjaga shalatnya dan puasanya.

12.Aisyah r.a berkata," Aku bertanya kepada Rasullulah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?" Jawab Rasullullah,"Suaminya." Siapa pula yang  berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah,"Ibunya."

13.Perempuan apabila shalat lima waktu, puasa di bulan ramadahan, menjaga kehormatannya, taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.

14.Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka allah SWT memasukkan dia kedalam surga 10.000 tahun terlebih dahulu daripada suaminya.
*Warning; ini agak kurang berkenan dihati maupun fikiran orang yg masih seimbang fikirannya sehingga kesahihannya dipertanyakan, tapi demi menggambarkan urgennya perempuan z rasa tak apalah ditulis-tulis ajjah! He...he...*

15.Tiap perempuan apibila mengandung janin dalam rahimnya,maka  beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah mencatatkan 1.000 kebajikan baginya setiap hari dan menghapuskan 1.000 kejahatannya.

16.Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin,maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.

17. Apabila seorang perempauan melahirkan, keluarlah dia dari dosa-dosanya seperti keadaan ketika ia dilahirkan oleh ibunya.

18.Apabila telah anak lalu disusui, maka baginya satu kebajikan dari satu tegukan air susunya (Jelas, ntar anaknya mati loh!)
 *Hard warning; Banyak ibu-ibu yg G' mau memberi ASI kepada anak2nya dng alasan supaya... Ahhaaaaa maksud loch?!*

19.Apabila semalaman seorang ibu yang tidak tidur demi memelihara anaknya yang sedang sakit, maka Allah memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba sahaya/budak dengan ikhlas untuk membela agama Allah
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Nasehat dari Relung Hati

Fauziah…
Kehidupan ini hanyalah sementara. Apapun yang terjadi hari ini, akan kau petik di hari kemudian. Mencobalah tuk tetap sabar dalam mengarungi segala kepahitan yang kamu rasakan. Percayalah, jika kepahitan telah kamu nikmati, niscaya pahit akan berbuah manis. Seperti orang yang sakit, saat bersabar menelan pahitnya obat, maka pahitnya obat akan berbuah manisnya sehat.

Fauziah…
Janganlah engkau menghiraukan hinaan orang lain terhadapmu. Hiraukanlah apa kata Rabb-mu di hari kemudian. Hiraukanlah perintah Rabb-mu, Hiraukanlah sunnah Rasul-mu… niscaya kesyukuran akan menghiasi hidupmu. Ketika tak engkau indahkan kata-kata yang mengejekmu, maka engkau telah berpaling dari godaan syaitan. Sebab sebetulnya, kebencian, cacian dan makian itu adalah bersumber dari syaitan. Sungguh tak ada sangkut pautnya dengan Allah jika berhadapan dengan benci.

Fauziah…
Tetaplah berusaha baik dari hari ke hari. Karena Allah hanya melihat kekonsistenan. Allah menyukai orang yang lebih baik hari sebelumnya di banding hari ini. Jangan-lah putus asa. Karena putus asa adalah perbuatan syaitan. Tetaplah bersemangat meraih ampunan-Nya, karena ampunan-Nya adalah luas. Sungguh, hanya dosa syirik-lah yang tak Allah ampuni. Karenanya, jauhilah perihal itu… Niscaya, hidup-mu akan lebih bermakna.

Fauziah…
Tak ada orang yang luput dari kesalahan. Janganlah engkau membencinya, karena kesalahan itu adalah fitrah manusia. Sebenci-bencinya seseorang terhadap-mu, tetaplah baik di hadapannya. Walau kebencian tetap menguasainya, yakinlah bahwa syaitanlah di balik semua itu. Do’akanlah mereka yang membenci-mu. Do’akanlah agar Allah meluluhkan hati-hati mereka. Sebab hanya do’a seorang muslim terhadap muslim yang lain, adalah cepat di ijabah.

Fauziah…
Tetaplah mengemban amanah sesanggup diri-mu. Mintalah pertolongan pada-Nya, karena hanya Allah-lah sebaik-baik penolong. Selalu percaya, dan tanamkanlah di hati-mu bahwa Allah tak akan memberi-mu beban di luar kesanggupanmu.

Fauziah…
Ada banyak berserakan kata-kata hikmah,,, ada banyak berserakan nasihat-nasihat,,, ada banyak berserakan ilmu-ilmu… maka carilah semua itu. Himpunlah, hingga engkau dapat melihat islam dengan mata kepala-mu sendiri. Himpunlah semua itu, sebagai pedoman hidupmu. Tetaplah mencari, karena ilmu tak akan engkau dapatkan jika hanya berdiam diri. Engkau telah mengetahui, bahwa orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya. Tentunya jika engkau dalam ke-adaan beriman. Karena-nya, tetaplah mencari… pacu semangat-mu, terus dan terus.

Fauziah…
Aku pecaya, bahwa engkau telah mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Tolonglah, demi hidup-mu di akhirat, tinggalkanlah yang menurut-mu buruk, dan genggamlah apa yang menurutmu baik. Selalu-lah meminta petunjuk pada-Nya, karena hanya Allah tempat sandaran-mu. Kadang penglihatan hati dibelokkan oleh syaitan, dan hanya dengan petunjuk-Nya, maka mata hati-mu akan terbuka.

Fauziah…
Berikrarlah bahwa SYAITAN ADALAH MUSUH NYATA-mu!!!!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kiat Menjadi Guru Profesional


Oleh : Nurfauziah, Mahasiswi Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar

Semua orang bisa menjadi guru, namun tidak semua guru bisa profesional. Kalimat inilah yang sering kita dengar dari mulut para dosen pendidikan di fakultas pendidikan. Namun saat membaca judul essay yang diharuskan diikutkan menjadi lampiran dalam surat lamaran pada sebuah institute, “Kiat menjadi guru profesional dan islami”, saya tergelitik. Ternyata tidak semua guru profesional itu bisa menjadi guru islami. Walaupun kenyataannya guru tersebut adalah seorang yang beragama islam. Menjadi guru adalah sebuah pilihan profesi, terutama mereka yang berlatar belakang fakultas pendidika. Sebab tidak semua lulusan fakultas pendidikan memilih profesi menjadi seorang guru, dan tidak semua orang non pendidikan tidak memilih guru menjadi profesi mereka.

Menjadi profesional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Profesional (dari bahasa Inggris) berarti ahli, pakar, mumpuni dalam bidang yang digeluti. Berarti seorang guru yang profesional adalah guru yang telah mumpuni dalam hal mengajar mengajar. Tidak hanya sekedar mengajar tetapi Memiliki kemampuan intelektual yang memadai, Kemampuan memahami visi dan misi pendidikan, Keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau  metodelogi pembelajaran, Memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan, Kemampuan mengorganisir dan problem solving, Kreatif dan memiliki seni dalam mendidik. Menjadi guru profesional yang islami adalah sebuah tantangan bagi kita yang beragama islam. Apalagi saat ini pemerintah kita telah menggalakkan pendidikan berkarakter, pendidikan yang disentuh dengan nilai-nilai islam. Lalu bagaimanakah kiat menjadi seorang guru profesional yang islami itu?
Adapun kiat menjadi seorang guru profesional yang islami


1.     Milikilah komitmen pada peserta didik serta proses belajarnya, menguasai secara mendalam bahan ajar yang kita akan sampaikan.
2.    Milikilah rasa tanggung jawab memantau kemampuan peserta didik melalui teknik evaluasi serta mampu berfikir sistematis dalam melakukan tugas sebagai pengajar
3.       Terapkan ajaran islam saat mengajar. Islam mengajarkan kita menutup aurat, maka dalam bernampilan sehari-hari di depan para murid kita harus menutup aurat. Islam mengajarkan kita bertutur kata yang baik dan sopan, maka di hadapan para murid kita harus menjaga ucapan kita, tidak kasar dalam mendidik, dan sebagainya;
4.       Mengajarkan materi pelajaran dengan mengaitkannya dengan alam sebagai cipataan Allah dan juga mengaitkannya dengan ilmu-ilmu islam. Sesorang yang berprofesi sebagai guru matematika misalnya, dapat menjelaskan materi teorema pythagoras dengan kewajiban sholat harus menghadap kiblat. Arah kiblat yang belum diketahui dapat ditentukan dengan menggunakan teorema pythagoras.
5.       Ajaklah peserta didik untuk mengajarkan kepada teman yang lain atau keluarga apa yang telah mereka pelajari, dengan memotivasi bahwa orang mempelajari suatu ilmu lalu mengajarkannya akan mendapat derajat yang tinggi


Berniatlah menjadi guru yang islami sebagai salah satu jalan kita dalam berdakwah. Semua orang bisa menjadi guru, dan tidak semua guru bisa profesional, di antara guru yang profesional tidak semua bisa menjadi guru yang islami. Menjadi guru profesional yang islami adalah pilihan! Pilihlah jalan terbaik untuk mendapatkan syurga.

                                                                                                                               
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mencari Aksara Mengais Makna


Aksara… Kata… Makna…
Terpekur berfikir
Mencari merangkai
Berkerut membentuk garis
 Mengais-ngais, Memeras,,
Lelah
Meninggalkan.
Hikmah terungkap :
Mencinta tak selamanya bisa
Aksara.. Kata… Makna…
Lunglai, iri
Mudah, katanya
Aku membisu



Belajen-Enrekang, 20 Januari 2013
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ekspresi Lewat Aksara

Bismillahirrahmanirrahiim…


Aku salah satu manusia dari sekian banyak manusia yang tak bisa mengekspresikan kegembiraan di depan orang yang menyayangi. Selalu saja begitu, seperti hari ini. Ibuku datang jauh-jauh dari kampung karena mendengarku sakit di kampung orang. Aku sakit selama 6 hari yang mana memang sangat butuh bantuan dari seorang Ibu. Aku yang saat ini ada di rumah nenek malu karena segala keperluanku dari makan hingga urusan ke belakang selalu dibantu oleh om, tante, atau nenek. Mereka bukan om, tante, dan nenek kandung. Nenek adalah saudara Almarhum kakekku, jadinya om dan tante adalah saudara sepupu sekali Ibuku. Walau begitu, mereka tetap perhatian sama aku. Aku tak dibanding-bandingkan, aku sudah dianggap bagian terpenting dalam hidup mereka. Aku adalah anak mereka, jika aku kenapa-kenapa mereka turut bertanggung jawab terhadapku. Nenek tau, dia tidak bisa mengatasiku tanpa bantuan Ibu. Karenanya Ibuku tetap disuruh datang ke sini, merawatku.

Pukul 04.00 Hujan kembali mengguyur Bumi tempat tinggal kami. Hujan memang tak pernah berhenti sejak turun sejak kemarin pagi hingga penguhujung malam. Tak lama setelah itu hapeku ikut bergetar, terpampang tulisan “LoveLy”. LoveLy di hapeku sudah sejak lama. Sejak nomor yang Ibu pake sekarang masih dipegang sama Bapak amarhum. Hingga ketika adik pertamaku sudah punya hape juga, akupun menamainya LoveLy 1. Tahun-tahun berikutnya adik keduaku juga udah dibelikan hape, dan aku menamainya Lovely 2. Tahun 2012 kemarin, adik ketigaku juga sudah diamanahkan pegang hape, jadinya aku menamai lovely 3. Adik-adikku juga turut menamai anggota keluarga dengan lovely. 

Ibu berbicara di ujung sana. “Nak, bangunkan Nenekmu. Saya sudah sampai”. Nenek tidak mungkin yang menjemput jadinya berteriak membangunkan Om Awal. Jadinya Om Awal yang aku repotkan lagi. Beberapa kali Ibu menelpon, mungkin karena sudah kebasahan di ujung gang. “Emang Om Awal belum sampai ya?”. Belum juga aku selesai ngomong, ibu bilang, oh ya ini udah sampai. 

Aku masih memilih untuk melanjutkan tidur dan menarik sarung hingga menutupi kepalaku. Aku ingin menjemput ibu, tapi aku masih mau malas-malasan. Aku sebenarnya udah baikan. Kemarin aku sudah bisa duduk lama di depan laptop menulis blog dan online. Namun entah kenapa saat Adik bungsuku telpon jam 03 tadi, aku ikut bangkit dari ranjang karena tiba-tiba kebelet pipis. Saat itu, rasanya sakit itu datang lagi, dan seakan memaksaku untuk naik ke atas ranjang dan mengambil posisi nyaman.

Aku bingung ketika suara Ibuku sudah menggema di ruangan bawah. Aku masih ngantuk, dan masih malas ketemu Ibu. Sebenarnya aku protes dalam hati, untuk apa Ibu datang. Toh aku sudah sehat. Aku sudah bisa cuci baju sendiri. Aku tak perlu lagi dirawat. Tapi protes itu aku tak tunjukkan, di hatikupun aku sebenarnya takut untuk menyimpannya. Hanya protes sesaat. Aku khawatir jika protes ini berlebihan, nanti dibilang tidak bersyukur. Aku pengen menyibakkan kelambu lagi ketika nuraniku mengajak dengan lembut untuk turun. Aku tanpa paksaan, tanpa ada pertimbangan, tanpa berfikir ini itu aku menuruti nuraniku.

Ibu sedang menyeduh air panas ketika aku duduk di ruang tamu. Nenek yang duduk bersamaku tetap asyik ngobrol dengan Ibu yang ada di dapur. Maklumlah, rumah nenekku tak bersekat batu merah, ruang tamu dengan dapurpun bersebelahan. Hingga walau suara agak pelan tetap terdengar. Ibu muncul di pintu pembatas itu dan aku langsung berdiri meraih tangannya. Mencium punggung tangannya dengan takzim. Ibu memilih mengambil posisi di dekatku. Meneguk air minumnya yang ternyata Cuma air dingin bercampur air panas dari dalam termos. Aku mengira tadi beliau menyeduh teh panas atau kopi panas atau kedele panas. Selesai meneguk air minumnya, beliau mengusap-usap badanku. Entah apa yang difikirkan beliau ketika melihatku. Mungkin beliau sedih melihatku agak kurusan. Tapi aku malah menggeliat. Padahal sejujurnya aku rindu dengan belaian itu. Tapi itulah aku, aku tak bisa menunjukkan kebahagiaanku di depan orang yang menyayangiku.

Subuh mungkin masih ada sekitar 15-an menit. Om dan Ibuku memutuskan melaksanakan sunnah tahajjud. Entah Nenekku kemana, sejak tadi sudah mengakhiri obrolan dengan Ibuku. Mungkin udah masuk kelambu Omku. Maklumlah, banyak nyamuk. Kelambu lebih efektiv dibanding obat nyamuk, semprot nyamuk, dan pembasmi nyamuk lainnya. Aku naik lagi ke atas ranjang dan menyibak kelambu lalu membetulkan ujungnya agar tiada celah untuk nyamuk masuk. Kembali mengambil posisi enak untuk melanjutkan tidur. Dentuman hujan yang semakin deras di atas seng rumah, menambah nyenyak tidurku.

Aku menggeliat kembali. Aku merasakan belaian ibu dari arah kepala hingga kakiku. Aku menggeliat lagi ketika tangan ibu memeluk pinggangku yang saat itu aku memunggunginya. Aku menggeliat terus hingga ibu menyadari bahwa aku tak suka disentuh. Aku bingung, aku kenapa. Nuraniku menolak diberi perhatian begitu. Padahal aku mendengar sendiri doa-doa mengucur dari mulutnya, doa yang tulus untukku. Doa untuk kebaikanku, doa untuk kesembuhanku. Tapi aku tetap menggeliat, dan menggeliat.

Aku melanjutkan tidur nyenyakku ketika sudah tak ada tangan di tubuhku. Aku sedang haidh, jadi merasa tenang saja untuk melanjutkan tidur. Aku sama sekali tak mencari hapeku hanya sekedar untuk melirik sudah jam berapa saat itu. Namun rasanya belum semenit aku tidur, kembali tangan ibuku mengusap-usap belakangku. Aku menggeliat lagi. Menggeliat lagi. Dan akhirnya membiarkannya. Mencoba ikhlas dengan belaian itu. Aku diam, dan ibuku semakin membelai punggungku. Ada doa lagi saat itu. Air mataku akhirnya menetes. Meleleh hingga membasahi bantalku. Aku tetap diam dengan posisi membelakangi ibuku. Mungkin saja ibuku mengira aku masih nyenyak dalam tidurku hingga ia berhenti membelai belakangku dan berkata, “Nak, bangun. Bangun makan, dan minum obat nak. Sudah jam 7. Bangun nak, bangun”.

Ibu, perhatianmu…. Kasih sayangmu…. Tak mampu kuekspresikan kebahagian dan kesyukuranku selain lewat kata-kata…. Walau begitu, aku yakin engkau tahu bahwa aku begitu menyayangimu lebih dari apapun.

Love U MOM. Love U MOM. Love U. Love U so Much. Love U forever.

 -gambar googling-

                                                     ketika lantunan tilawah mengawali sore
                                                     menggema di langit Rappocini
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

TAHUN BARU, MIMPI BARU, SEMANGAT BARU

Bismilahirrahmanirrahiim…


Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…
HARI BARU, TANGGAL BARU, BULAN BARU, TAHUN BARU, SEMANGAT BARU, HIDUP BARU, LEMBARAN BARU, CATATAN BARUUUUU…. :)

Harus yang semangat donk bacanya. Biar yang tadinya sedih, bisa kembali ceria…. Nah kalau tadi gak semangat bacanya, ulang lagi deeeh.. Hehehe. Biar semangat terus bacanya ampe akhir… hahaha. Maunya :D

Ngomong tentang semangat, itu amat sangat mesti kudu harus selalu ada dalam jiwa kita. Ciyus?? Mi…… . Iya serius, karena hanya dengan semangat harapan itu kuat. Jika harapan tidak kuat maka harapan itu akan mati. Nah kalau tak ada harapan…. Tidak ada guna kita hidup. Sekarang, karena Allah udah nakdirin kita hidup, diberi kesempatan menghirup udara di bumiNya, maka harapan kita harus dikuatkan dengan semangat.

Tahun 2012 telah berlalu.
Pastinya begitu banyak peristiwa yang terjadi yang telah menghiasi kehidupan kita. Peristiwanya entah itu buat kita sedih bahagia, suka duka, tangis tawa, gundah gulana riang gembira. Peristiwa dari yang amat berkesan, sedang atau hanya biasa-biasa aja, bahkan peristiwa yang tak lagi kita ingat sekarang. Peristiwa-peristiwa itulah yang menjadi bagian dari sejarah kita. Walau banyak yang terlewatkan dari memori atau dari serpihan catatan-catatan kita, namun sejarah itu sudah dibukukan tanpa kita sadari. Udah gak nanya kan, siapa yang bukukan. Yup, malaikat samping kiri dan kanan kita tanpa alpha sedetikpun mencatat perbuatan-perbuatan kita. Kegiatan kita main eF-Bi, main twitter, main game, nanya-nanya google, smsan, telpon-telponan, main game, nonton piLem, nonton gosip, dengerin musik, nyanyi-nyanyi, tidur-tiduran, baca novel, mandi, masak, makan, minum, sholat, ngaji, nambah hafalan, muroja'ah, tahajudan, duha, puasa, ke kampus, privatin anaknya orang, dan seterusnya hingga kita tidur lagi. Belum lagi peristiwa yang sedang. Party di rumahnya inilah, acara syukuran di rumahnya itulah, hingga ke peristiwa yang tak bisa dilupakan. Peristiwa hadir di acara kakak ketiga yang menikah, jengukin kakak kedua yang melahirkan, bantu-bantu di acara kakak tertua yang aqiqahan, kitanya sarjana dan wisuda. semuaaaa dicatat. Gak luput sedetik pun.

 Banyak pula mimpi-mimpi kita yang telah teraih seperti mimpi punya Hape keluaran terbaru, mimpi punya motor, mimpi sarjana dengan IPK tinggi, mimpi dapat kerja. Mimpi yang dulunya terasa agak mustahil, dan alhamdulillah di 2012 kemustahilan itu lenyap. Dan kita, yang sering berkoar tentang mimpi, bahwa Mimpi ini pasti akan nyata!; Aku pasti bisa meraih mimpiku!; Tertawakan saja mimpiku, dan aku akan menertawaimu setelah meraih mimpiku!;  sudah semakin yakin akan menambah daftar mimpi makin banyak lagi.
Dan untuk mimpi kita yang masih tertunda, pastinya kita sudah mengambil ancang-ancang jauh sebelumnya untuk belajar sabar, ikhlas serta syukur.

Tahun 2013 kini telah datang.
Mari kita menyusun mimpi kita. Ambil pulpen dan kertas panjang. Daftarkan 100 mimpi kita. dan Tempelkan. Kelak kita akan melihat mimpi-mimpi apa yang telah tercoret stabilo ketika senja 31 Desember 2013 telah berganti posisi dengan malam tahun baru 2014. Dan saat itu kita akan menertawai mereka yang telah menertawai mimpi kita…

Hahaha :D :D :D


Katakan SELAMAT DATANG SEMANGAT BARUU DAN AYOOO MULAI……


 
         













Senja 1 januari 2013 di langit Rappocini



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS