Pages

"LITTLE NOTE" - WAG K<3SIH NANDA

!16 April 2014
* Apabila rindu "padanya" :
Memuji Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى akan ciptaannya yang begitu sempurna, dan berdoa untuk Ikhwan tersebut, agar :
1. Ditambahkan keimanan
2. Ditambahkan kebaikannya
3. Ditambahkan pengeetahuan ilmunya
Dlsbnya
------------------------------------------
17 April 2014
"TAJASSUS"
Kalau dia lagi di uji,.kuatkan lah iman nya.
Kalau lagi senang, jgn sampai dia lupa kepada-Mu.
Kalau lagi sulit, permudah kan lah.
Kalau lagi lapang, kembalikan tambahkan kuatkan iman nya kepada-Mu
Ya Allah, jika dia berada dijalan yg salah maka tegurlah ia dan sadarkan agar kembali ke jalan-Mu
Kalau dia berada dijalan yg benar, maka istiqamahkanlah ia agar terus mengabdi kpd agama-Mu
Apakah itu Tajassus...?
Islam merupakan agama yang sempurna dan sangat menghormati hak dalam bersaudara antara sesama manusia.
Karena itu, Islam sangat menjamin hak-hak setiap individu maupun masyarakat dan melarang perbuatan yang menyerempet kepada hak-hak pribadi maupun aib dari setiap manusia. Salah satu perbuatan atau sikap yang buruk adalah tajassus.
Apa itu tajassus?
Tahukah para Bunda apa itu tajassus?
Mari kita simak sedikit demi sedikit.
Tajassus kalau dalam istilah kita dinamakan dengan memata-matai (spionase) atau mengorek-orek berita.
Dari pengertian tersebut, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa tajassus adalah mencari-cari kesalahan orang lain dengan menyelidikinya atau memata-matai. Dan sikap tajassus ini termasuk sikap yang dilarang dalam Alquran maupun hadis.
Larangan dari Al-Quran
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (Al-Hujurat : 12)
Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala melarang kita untuk mencari-cari kesalahan orang lain. Entah itu dengan kita menyelidikinya secara langsung atau dengan bertanya kepada temannya. Tajassus biasanya merupakan kelanjutan dari prasangka buruk sebagaimana yang Allah Ta’ala larang dalam beberapa kalimat sebelum pelarangan sikap tajassus.
Larangan dari hadis
Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda,
إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا
“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
Nasihat Bagi Yang Suka Mencari Kesalahan Orang Lain termasuk ke diri saya sendiri :
Cukuplah buat kita sebuah untaian perkataan seorang imam yaitu Imam Abu Hatim bin Hibban Al-Busthi berkata dalam sebuah kitabnya yang dikutip oleh Syekh Abdul Muhsin bin Hamd al-‘Abbad al-Badr dalam tulisannya sebagai berikut,
”Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri.
Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai.
Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya.
Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih, dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya.”
Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh Allah dalam berakhlak karimah dan menjauhi sifat-sifat buruk dan sikap  yang merugikan diri kita sendiri.
أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِين
Cara menghilangkannya, lebih bagus fokus terhadap kejelekan diri sendiri
Mis : Si A ada yang coba jelek2in, trus kita berusaha memvisualisaikan, gimana ya kalau saya yang seperti itu....?
Oh berarti saya harus begini...
Saya harus begitu...
Dsbnya
Bilang saja : Namanya Kakak, pasti ujung2nya untuk kebaikan kamu? Ga usah diceritain deh (cut) tentang kakak kamu. Saya yakin dia begitu (berempati) karena dia sayang sama kami ( berfikiran positif tentang kakaknya , semoga adiknya berfikir yang sama)
Misalnya kang kasus sekarang ya yg JIS itu, kadang kita ikut2an menilai. Nah, kita termasuk ghibah gak? Karena ini bukan perorangan. Atau termasuk ghibah juga ya jika tajassus ke suatu kelompok baik perusahaan atau lainnya?
Misalnya kang kasus sekarang ya yg JIS itu, kadang kita ikut2an menilai. Nah, kita termasuk ghibah gak? Karena ini bukan perorangan. Atau termasuk ghibah juga ya jika tajassus ke suatu kelompok baik perusahaan atau lainnya?ْ
------------------------------------------
[Night Friday]
Kita coba bahas antara Surat Yaasin dan Surat Kahfi yaa
Mengenai Surat Yaasin :
Membaca surat Yasin (Jawa: Yasinan) pada malam Jum’at di sebagian masjid, setelah shalat Maghrib sering diadakan pembacaan surat Yasin. Menurut mereka, hal ini berdasar hadits :
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ (يس) فِيْ لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ ؛ غُفِرَ لَهُ
“Barangsiapa membaca surat Yasin pada malam Jum’at, maka (dosanya) akan diampuni”
Teks hadits tersebut disebutkan oleh Al Ashfahani dalam At Targhib wat Tarhib dari jalan Zaid bin Al Harisy, mengabarkan pada kami Al Aghlab bin Tamim, mengabarkan kepada kami Ayyub dan Yunus dari Al Hasan dari Abu Hurairah secara marfu’.
Syaikh Al Albani menilai hadits ini dho’if jiddan (lemah sekali) karena ada perawi bernama Al Aghlab bin Tamim yang dinilai oleh Ibnu Hibban sebagai perawi yang haditsnya munkar serta perawi bernama Zaid bin Al Harisy yang dinilai oleh Ibnu Hibban sebagai perawi yang seringkali salah (dalam meriwayatkan hadits) (Lihat Silsilah Al Ahadits Adh Dhoifah 11/191)
------------------
Mengenai Surat Kahfi :
Ada beberapa hadits yg shahih mengenai hal ini.
Hadis pertama:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Ka’bah.” (H.R. Ad-Darimi; Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih, sebagaimana dalam Shahihul Jami’, no. 6471)
Hadis kedua:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (H.R. An-Nasa’i dan Baihaqi; Syekh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih, sebagaimana dalam Shahihul Jami’, no. 6470)
Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku juga menyukai surat Al Kahfi dibaca pada malam Jum’at”
(Shahih Al Adzkar 1/449)
Semua keterangan di atas menunjukkan disunnahkan untuk membaca surat Al Kahfi pada malam dan hari Jum’at (Doa dan Wirid, hal.304)
------------------------------------------
JUM'AT 18 APRIL 2014
"WANITA"
 DHUHA TIME 
 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Wahai bani Adam, ruku'lah kepadaKu empat raka'at di awal siang hari niscaya Aku cukupkan bagimu sampai akhir hari ". (HR. Tirmidzi)
Kalau Cinta,
Cintaaaa Banget....!!!!
Kalau Benci,
Benciiii Banget.....!!!!
(Kaidah Mayoritas Wanita)
Wanita dianugrahi perasaan yang mendalam, karena memang disiapkan menjadi seorang ibu.                                                             Kelemahannya adalah terkadang perasaan menutupi akal sehatnya, perasaan membuat pertimbangan mengambil keputusan bisa mengalahkan keputusan akal sehat. Dan ini memang harus dipahami karena wanita memang ingin lebih dimengerti.
Ketika  wanita jika sudah cinta, maka ia sangat cinta sekali dan jika sudah benci maka ia benci sama sekali. Ini adalah mayoritas sifat wanita. Karenanya beberapa ahli psikologi dan beberapa ulama yang ahli mengenai hal ini mengatakan bahwa wanita memang tidak bisa membagi cinta, karena begitulah tipe cinta wanita.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda,
لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka (wanita) sepanjang setahun, kemudian melihat sesuatu yang mengecewakan, dia akan berkata,
’Saya tidak pernah melihat kebaikanmu sedikitpun’.[HR Bukhori]
Para Ukhty.... Cinta yang sewajarnya saja ya
Hal ini sudah diingatkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم . beliau bersabda,
أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيْضَكَ يَوْمًا مَا، وَأَبْغِضْ بَغِيْضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا
“Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, bisa jadi suatu hari ia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya bisa jadi suatu hari ia  menjadi orang yang kau sayangi                                                                [Diriwayatkan At-Tirmidzi no. 1997 dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih.  Al-Jami’ no. 178]
Rasululullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda kepada Sahabatnya.
Bahwa penghuni neraka itu kebanyakan dari wanita
Sahabat bertanya - Mengapa wahai Rasulullah, apakah karena mereka Kufur kepada Allah....?
Tetapi mereka kufur terhadap suaminya
Sehebat apapun Ukhty melakukan IBADAH, Sholat, Puasa, Sedekah, Tilawah, Tadabur dlsbnya
Kalau.... Suami tidak RIDHO, bisa dipastikan NERAKA lah tempatnya
Dan ini sudah terjadi dan pasti akan terjadi
Mdh2 tidak terjadi pada anggota grup ini......
Suami sudah berbuat baik bertahun tahun dengan istrinya, dan tiba2 melakukan kesalahan.
Lalu istri berkata - Memang tidak pernah aku melihat kebaikan dari sisi kamu
Walau para Ukhty disini belum menikah dan berusaha kuat untuk tidak melakukannya nanti
Secara tidak semgaja, pasti terucap akan hal tsb
Masalahnya - Seberapa cepat kita sadar dan memohon ampun kepada suami
Kenyataan banget hampir 99% kehidupan rumah tangga seperti itu didalam periode2 tertentu
Pleaseee... Jangan merasa kita sanggup menghadapi itu ya
Terus solusinya gmn kang?
Yang harus kita antisipasi kedepan adalah - Seberapa cepat kita sadar dan memohon ampun kepada suami
Dan ini pasti berulang
Lakukan lagi hal yang sama
Cepat sadar
Kejadian lagi niih
Cepat sadaar
Ceoat memohon maaaf
Begitu seterusnya
Jangan sampai kita dipanggil Allah سُبْحَانَهُ وتَعَالَى dalam keadaan belum sadar dan belum meminta maaf dan hati suami dalam keadaan tidak Ridho
Saya belum menemukan hadistnya, kelihatannya tidak ada Syafaat terhadap hal ini, jika istri masuk neraka gara2 ini
Cepet" memohon maaf kpd suami appun kesalhn kita sekecil appun jg mslhnya
Makanya waktu dulu Rasulullah Isra Mi'raj. Dia sudah melihat neraka yang banyak penghuninya - WANITA (dahulu kala)
(Zaman sekarang) banyak banget kejadian itu
(Zaman yang akan datang) kalau sekaranf aja banyak yang terjadi, udah bisa diprediksi dong, pasti banyak wanita di neraka
Masuk akalkah...?
Memang... Waktu jaman pria mengejar wanita untuk dinikahi, kebanyakan wanita agak jual mahal dan "sombong2" sedikit
Trusss... Pas sudah menikah, wanita posisinya mau tetap seperti diatas
Ini yang bikin banyaknya istri yang melawan suami
Laki2 pas sudah menikah, perburuan selesai dan dia jadi KEPALA RUMAH TANGGA
Dia yang memimpin atas apa yang dipimpinnya
Mau dapet suami baik....?
1. Perbaiki dulu kitanya
2. Bergaulah dengan orang2 baik
3. Bermainlah dilingkungan yang baik2
Insya Allah Ta'ala dapet jodoh orang baik
Mau dapet suami baik....?
1. Perbaiki dulu kitanya
2. Bergaulah dengan orang2 baik
3. Bermainlah dilingkungan yang baik2
Insya Allah Ta'ala dapet jodoh orang baik
Point 2 dan 3 itu bisa kita kondisikan
Point 1 : Sholat, Puasa, Tilawah, Tadabur, Ikut Idhol, Ikut Kajian2 dlsbnya yang bersentuhan dengan Ibadah
Cuma kalau boleh jujur kita terkadang ada rasa malas disini, justru itu kita melawan diri kita sendiri
Point 2 dan 3 : Bergaulah dan bermainlah dengan orang2 yang lebih baik dari kita di point 1
Jadi ingat kata2 ustad Rahmat Abdullah..
Dua hal yang harus kita lupakan: kebaikan kita pada orang lain dan keburukan orang lain terhadap kita
Dua hal yang harus selalu di ingat: keburukan kita kepada orang lain dan kebaikan orang lain terhadap kita

------------------------------------------
Sabtu, 19 April 2014
.: Duh, Luasnya surga terendah :.
-------------------------------
Diriwayatkan dari Abdullah (bin Mas'ud) Radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa salalm bersabda :
إِنِّي لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوْجًا مِنْهَا، وَ آخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُوْلاً. رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا، فَيَقُوْلُ اللهُ : اِذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ. فَيَأْتِيْهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى، فَيَرْجِعُ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُوْلُ: اِذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ. فَيَأْتِيْهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى، فَيَرْجِعُ فَيَقُوْلُ : يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُوْلُ: اِذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ، فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشْرَةَ أَمْثَالِهَا –أَوْ إِنَّ لَكَ مِثْلَ عَشْرَةِ أَمْثَالِ الدُّنْيَا- . فَيَقُوْلُ: تَسْخَرُ مِنِّي، أَوْ تَضْحَكُ مِنِّي وَأَنْتَ الْمَلِكُ ؟. فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ. وَكَانَ يُقَالُ : ذَلِكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْـزِلَةً.
"Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui penghuni Neraka yang paling akhir keluarnya dari Neraka, dan penghuni Surga yang paling akhir masuknya ke dalam Surga. Yaitu seseorang yang keluar dari Neraka dengan merangkak pada pantatnya. Maka Allah berfirman kepada orang ini: "Pergilah dan masuklah ke dalam Surga!" Orang itupun mendatangi Surga, tetapi terkhayalkan olehnya bahwa Surga sudah penuh. Maka iapun kembali kepada Allah seraya berkata: "Wahai Rabb-ku, aku dapati Surga sudah penuh". Maka Allah berfirman lagi kepadanya: "Pergilah dan masuklah ke dalam Surga!" Orang itupun datang lagi ke Surga. Namun kembali terkhayalkan olehnya bahwa Surga telah penuh. Iapun kembali kepada Allah seraya berkata : "Wahai Rabb-ku, aku dapati Surga sudah penuh". Maka Allah berfirman lagi: "Pergilah dan masuklah ke dalam Surga. Sebab engkau akan memiliki tempat yang seluas dunia dan sepuluh kali lipatnya –atau Allah berfirman: Engkau akan memiliki tempat yang luasnya sepuluh kali lipat dunia-". Orang itu berkata : (Ya Allah), apakah Engkau sedang menghina aku? Atau Engkau sedang menertawakan aku, padahal Engkau adalah Raja?"
Sungguh aku (maksudnya: Abdullah bin Mas'ud) melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa hingga terlihat gigi-gigi geraham beliau. Dan orang itulah yang dikatakan sebagai: "Dialah penghuni Surga yang paling rendah tempatnya". [HR Bukhari] Lihat Fathul Bari (XI/418-419), hadits no. 6571, Kitab ar Riqaq, Bab Shifatil Jannah wan Nar.
Saudaraku, ini barulah gambaran luasnya surga, bagaimana dengan bangunannya, krikilnya, taman2nya, pelayannya, dan bidadarinya.
Sungguh semua itu tidaklah sama kualitasnya dengan dunia ini.
Via, Almanhaj.or.id
Oleh : Tausiyah Agama
BBM 73D5CC84 / WA 0857 2564 3723
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to ""LITTLE NOTE" - WAG K<3SIH NANDA"