Pages

REPOST - ASSALAAM AKHAWAT

JUM'AT,  17 April 2014
Renungan malam Jumat: "ADA YANG SALAH..."
Ust. Ahmad Zainuddin - حفظه الله -
Doeloe... orang tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam.
Walaupun memiliki anak yang banyak.....rumah dan halaman pun tetap luas, bahkan tidak sedikit ada yang memiliki kebun...dan semua anak-anaknya bersekolah....
Sekarang....banyak yang berangkat kerja subuh dan sampai rumah setelah isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidak seluas rumah orang tua kita, dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak karena takut kekurangan....
"Dan sungguh akan اَللّهُ berikan cobaan kepada manusia dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta...."
(Al Baqoroh (2) AYAT 155)
Ada yang salah dengan cara hidup orang modern....
Orangtua kita hidup tanpa banyak alat bantu....tapi tenang menjalani hidupnya...
Sementara kita yang dilengkapi dengan pampers, mesin cuci, kompor gas, HP, kendaraan, TV, email, FB, Twitter, , ipad, ruangan ber AC dll..harusnya mempermudah hidup ini....tapi ternyata tidak, sampai2 tidak sempat kita menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu-buru...
...berangkat kerja, TERBURU-BURU...
...pulang kerja, juga TERBURU-BURU...
...makan siang, TERBURU-BURU...
...dilampu merah, TERBURU-BURU...
...berdo'a pun, TERBURU-BURU...
...bahkan sholatpun, TERBURU-BURU...
sifat diatas bukti dari Al-Qur'an surat Al Isra' (17) ayat 11
" Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa"
Hanya mati........yang tidak seorangpun mau TERBURU-BURU....
Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita HITUNGAN dalam BERSEDEKAH, sementara اَللّهُ tidak pernah hitungan dalam memberi rizki kepada kita.
"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kikir...."
(Al Baqoroh (2) AYAT 268)
Bahkan saking lebih takutnya kita kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan sholat subuh, sholat maghrib dsb..
Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini.....???
--- semoga bermanfaat!
------------------------------------------
SABTU, 19 APRIL 2014
※ Pernahkan anda mendengar kisah "madu nya si fakir" ?
Adalah muhammad bin sirin, beliau adalah salah satu pembesar tabi'in dan orang kayanya.  Beliau memiliki harta karun berupa madu.
Madunya mencapai hampir 600 birmil (tong besar). Beliau bukan saja seorang milyoner, bahkan milyoder (apa ya bedanya kl b indo?).. Pada suatu hari, ia mendapati di salah satu tong madunya ada seekor bangkai tikus.
Dan secara syar'i, jika terdapat bangkai tikus pd benda cair (spt minyak, madu, susu) maka benda cair tsb hrs dibuang semuanya se wadah. Berbeda dg apabila tikus ditemukan di benda padat spt keju dll, maka yg dibuang hanya titik dmn ditemukan tikus dan sekitarnya sj.
Lalu pekerja muhammad bin sirin mengeluarkan tikus td dr tong madu, namun celakanya mereka lupa tong yg manakah yg ada tikusnya td.. Dengan ke wara' annya ibnu sirin, maka beliau membuang semua tong madunya
Dan itu musibah yang sgt besar
Beliau bangkrut, rugi besar dr kekayaan dunia, akan tetapi krn wara' beliau menjauhi syubhat.. Maka ada yg berkata kpd beliau: ini kerugian yg sgt besar.. Maka ibnu sirin menjawab: ini adalah pembalasan atas dosaku yg kutunggu selama 40 th.. Beliau ditanya lg: dosa apakah gerangan?
Beliau: suatu hr aku melihat orang telanjang, lalu aku pun manggilnya (mengejek) wahai si fakir!
Subhanallahil 'azhim... Muhammad bin sirin menanti pembalasan sebuah dosanya selama 40 th, bagaimana yg bermaksiat sepanjang siang dan malam
Suatu kaum sedikit berbuat dosa sehingga mrk tau dr dosa manakah datangnya suatu musibah.. Seorang (merasa berdosa dgn)  mengejek org telanjang dg "hai si fakir!", bagaimana dg orang yg selalu merendahkan manusia siang malam.. Nas'alullah assalamah wal 'afiyah... Ya Allah sibukkanlah lisan kami dg mengingat Mu dan jauhilah kami dr sibuk selain mengingat Mu
Dari: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc
Via Ummu Yahya.
-------------------------------------------
Resume workshop "Agar Sakinah Bersamamu"
By Asma nadia dan Isa Alamsyah
Sabtu, 26 april 2014 @ JDC
- Pernikahan itu adalah sebuah keputusan "besar" saat ini untuk sebuah impian dan potensi masa depan
- Menikah bukan untuk bahagia, melainkan untuk menjadi lebih "berdaya"
- Menikah juga bukan mencari pasangan yg sempurna, melainkan "menerima" pasangan dengan sempurna
- Tambahlah "kualitas diri" selama penantian, jadikan semua sbg media pembelajaran
- Jangan menikah karena jatuh cinta, menikahlah jika bersamanya "surga" itu akan terasa lebih dekat
- Pernikahan itu ujiannya banyak, jangan tertipu dengan penampilan luar indahnya saja
- Jalan menuju sakinah adalah dengan perhatikan calon pasanganmu, pastikan akhlaknya tak pernah membosankanmu. Pun pengertianmu terhadap dirimu sendiri. Pengetahuan seseorang terhadap dirinya sendiri akan lebih menenangkan dan membuat tenang orang2 sekitarnya (sadar diri dan sadar orang lain)
- Cara prediksi masalah di masa depan :
1. Kenali karakter pasangan lewat kebiasaan
perasaan pasangan harus menjadi prioritas
2. Kenali latar belakang keluarganya
3. Lihat kualitas diri ketika ada masalah
- Setiap pernikahan memiliki ujian, namun sakinah akan hadir ketika "daya tahan" dalam pernikahan lebih kuat dari ujian-ujian pernikahan
- Persepsi baik akan membuat baik prediksi buruk
- nikah -> happy -> problem -> solving -> Happy Sakinah Family
- Ujian pernikahan :
1. Karakter/kebiasaan
Karakter itu sbnrnya bisa diubah, dibentuk sesuai keadaan yang dihadapi
Be the best of you, not be your self!
Ketika masalah datang, bisa jadi ada 2 kemungkinan, bisa diselesaikan saat itu juga, atau bisa diselesaikan nanti. Maka carilah "Golden Moment" untuk menyelesaikannya
Kalo mau ngambek, jadilah "pengambek visioner", punya tujuan bgmn kedepan
2. Finansial
Percaya Alloh tidak akan menelantarkan hamba-Nya. Pahami konsep rejeki akan lebih menenangkan. Alloh pun sudah memberi semua, tinggal bgmn cara kita meraihnya
3. Kesetiaan
Apapun yg membuatmu gelisah, kembalikan semua pada Alloh dan kembali pada pasanganmu. Nasehat2 kebaikan itu ada bersama pasangan yg baik.
4. KDRT
Ingat hadits Rasul yang mengatakan berlemah lembutlah pada istrimu
5. Kesehatan/kehilangan
Suami/istri harus tau hal apapun jg dalam keluarganya, sekecil apapun, karena rahasia maut adalah sebuah misteri yg kita tdk pernah tau sama sekali kapan tibanya
Siapkan diri selalu untuk kemungkinan2 terburuk sekalipun
Itulah mengapa baiknya istri memiliki penghasilan sendiri yg tentu diridhoi suami, karena agar tdk selalu bergantung saja pada suami dan kita pun tdk pernah tau apa yg akan terjadi kedepan
- Jangan menunda masa-masa "kebersamaan" dalam keluarga, sekalipun lelah sedang menggelayuti dirimu. Ingat, semua tidak akan terulang untuk kedua kali!
- Keluarga adalah sebagai kunci keterbaikan masyarakat
- SAKINAH ADALAH TUJUAN -> agenda cinta ayah bunda
- Dengarkan semua cerita suami/istri dan anak-anak -> langkah baik mereka dekat ke kita dan kesempatan memberikan "inputan-inputan bijak" akan lebih mudah
- Haluskan bahasamu pada suami/istri dan anak-anak
- Senyum dan perkataan orang tua itu adalah "investasi" bagi anak-anaknya
Mudah2an bisa menjadi bekal dalam proses menjemput takdir jodoh terbaik dari-Nya bagi yg belum menikah, pun semoga jadi bahan penguat pernikahan bagi yang telah menikah..
Mari memantaskan diri.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "REPOST - ASSALAAM AKHAWAT"